Press Release

30 April 2019

IIEF dan URDi Menggelar Lokakarya Kajian Studi Peran Pemerintah Daerah dalam Capaian SDGs

Jakarta – Ford Foundation Indonesia melalui IIEF dan URDi menggelar lokakarya kajian kapasitas yurisdiksi sub-nasional dalam upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) atas tiga (3) daerah studi di Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Banyuwangi, dan Kota Banjarmasin di hadapan lembaga pemerintahan dan organisasi yang bergerak dalam studi pemerintahan dan SDGs.

Mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam menerapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) untuk mencapai Indonesia yang makmur dan adil, IIEF dan URDi mengkaji dan menelaah peta jalan pencapaian dan peranan pemerintah sub-nasional untuk mencapai target SDGs Indonesia. Dalam konteks desentralisasi yang berlaku di Indonesia, pemerintah sub-nasional memainkan peran strategis dalam pencapaian SDGs melalui implementasi pelayan publik dan upaya nyata pencapaian SDGs pada tingkat lokal, dalam hal ini pemerintah kabupaten/kota.

Acara yang digelar pada Selasa (30/4/2019) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, mengangkat tema “Membangun Kapasitas Yurisdiksi Sub-Nasional melalui Kontekstualisasi Sustainable Development Goals (SDGs)”. Kajian ini bertujuan menelaah peranan dan kapasitas yurisdiksi sub-nasional di tiga daerah studi, yaitu Kabupaten Kulon Progo (D.I. Yogyakarta), Kabupaten Banyuwangi (Jawa Timur), dan Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

“Kapasitas yurisdiksi sub-nasional dalam pencapaian SDGs sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai pencapaian indikator semata, melainkan salah satu bentuk upaya untuk memastikan keamanan ruang hidup, daya pulih produksi dan konsumsi masyarakat, serta keberlanjutan fungsi ekologi”, ujar Ivo Setiono selaku Direktur Eksekutif URDI.

Dalam lokakarya tersebut, dibuka oleh Keynote Speech Nyoto Suwignyo, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah 1, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Amalia Adiniggar, Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembuatan dan Kepala Sekretariat SDGs, BAPPENAS.

Pada sesi kedua, dilaksanakan diskusi panel oleh pembicara, antara lain Nila Ardhyarini, (Deputi Direktur URDi), Risdiyanto Nugroho (Kepala Bidang Litbangdal BAPPEDA Kab. Kulon Progo), Drs. Sunarto (Kabid. Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan, BAPPEDA Kab. Banyuwangi), dan Ir. Sugito MT (Kepala BAPPEDA Kota Banjarmasin).

Kajian studi kapasitas yurisdiksi sub-nasional melalui kontekstualisasi SDGs merupakan program kemitraan Indonesian International Education Foundation (IIEF) dan Urban and Regional Development Institute (URDi), atau Lembaga Komunikasi Pengembangan Perkotaan dan Daerah yang didanai oleh Ford Foundation Indonesia.

Kajian studi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi pengembangan kapasitas yurisdiksi sebagai langkah strategis bagi pencapaian SDGs secara efektif dan kredibel.

© 2019 Kajian SDG’s Indonesia